Senin, 21 November 2011

PENGARUH SOSIAL DAN PERILAKU
PENGARUH SOSIAL
                        Pengaruh sosial merujuk pada perubahan sikap atau perilaku, sebagai hasil dari interaksi dengan orang lain. Pengaruh sosial juga berpengaruh pada perilaku komunikasi, baik secara individual maupun komunikasi dalam kelompok. Seberapa jauh dan mendalamnya pengaruh sosial terhadap sikap, perilaku dan komunikasi. Berikut pembahasannya.

A.    TINGKATAN PENGARUH SOSIAL
Terdapat perbedaan tingkat penerimaan pengaruh sosial pada individu dalam hal ini terdapat dua kemungkinan yaitu
1.      Acceptance(Penerimaan)
Perubahan yang terjadi di dalam batin kita sebagai hasil dari pengaruh sosial disebut dengan peneriaan (acceptance).
a.      Indentification (Identifikasi)
Kita mungkin menerima pengaruh karena kita mengindentifikasi atau memihak sebuah kelompok, individu atau karena alasan tertentu.
b.      Internalization (internalisasi)
Bentuk penerimaan yang paling dalam adalah ketika seseorang merasa yakin untuk mempercayai perubahan sikap.
2.      Compliance
Pada beberapa hal, pengaruh sosial tidak begitu berdampak bagi seseorang, dan juga tidak dapat seutuhnya mengubah sikap..
Bentuk – bentuk compliance adalah sebagai berikut:
a.      Conformity (Konformitas)
Bentuk compliance yang paling banyak di teliti adalah konformitas,
b.      Obedience (kepatuhan)
Bentuk yang paling menarik dari compliance adalah kepatuhan,
B.     MENERIMA PENGARUH ORANG LAIN
Mengapa kita menuruti dan terkadang menerima pengaruh orang lain? Ada dua alasan atau standar yang dikemukakan para ahli.
1.      Pengaruh Normatif
2.      Pengaruh Informasional
C.    BENTUK – BENTUK PENGARUH SOSIAL
Ada tiga bentuk pengaruh sosial, yaitu (1) konformitas, (2) kepatuhan, dan (3) kekuasaan (power). Marilah kita bahas satu per satu.
1.      Konformitas
Tidaklah mengherankan jika kita hanya sekedar mengikuti pikiran dan tindakan teman – teman kita atau orang – orang yang kita kenal. Dari berbagai hubungan yang dimiliki, kita mendapat berbagai manfaat, termasuk standar atau norma untuk dapat menyesuaikan diri. Penelitian klasik telah menguji dampak dari kehidupan orang lain, baik orang asing ataupun teman, berdasarkan dua proses, yaitu pembentukan norma (norm formation) dan tekanan kelompok (group pressure).
2.      Kepatuhan
Dalam hal ini terdapat konsep experimental realism, yakni realitas terhadap pengalaman yang dapat mempengaruhi kepatuhan, dimana individu menafsirkan situasi yang sangat kuat, membuat kebanyakan individu sulit untuk melawan. Penelitian Milgram lebih lanjut mengidnetifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi kemauan individu untuk patuh atau tidak.
3.      Kekuasaan Sosial
Power didefinisikan sebagai kekuatan dari pemberi pengaruh yang menyebabkan perubahan sikap dan perilaku seseorang DAMPAK KEKUASAAN
A.    KEPEMIMPINAN
Pemimpin adalah anggota kelompok yang berpengaruh, yaitu menuntun , mengarahkan dan memotivasi usaha yang dilakukan kelompok. Kepemimpinan merupakan perilaku dalam kelompok yang paling menentukan keefektifan komunikasi kelompok, 

1.      Perilaku Kepemimpinan
a.       Spesialis
b.      Kepemimpinan unggul
2.      Fungsi Pemimpin
-      Pencapaian tujuan
-      Pemeliharaan Kelompok
-      Identitas Simbolik
-      Perwakilan Kelompok
-      Perubahan Kelompok
3.      Cara Pandang Memilih Pemimpim
-      Pendekatan yang baik bahwa pemimpin yang baik dilahirkan
-      Pendekatan bahwa kepemimpinan adalah soal gaya
-      Pendekatan Konteksual


 
Sumber: Armando, Nina m. 2008. PSIKOLOGI KOMUNIKASI. Jakarta: universitas terbuka


Atraksi interpersonal dan hubungan interpersonal
Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif,dan daya tarik seseorang. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang lain itu menjadi signifikan atau berarti bagi kita. Pokok bahasan atraksi interpersonal adalah:
1.afiliasi
Alasan orang untuk berafiliasi ialah:
1.mendapatkan imbalan sosial
2.mengurangi rasa takut
3.untuk mendukung sesuatu yang kita percayai
2.daya tarik
Model-model daya tarik diantanya adalahnya:
1.model imbalan human
2.hukum ketertarikan byrne
3.model tahapan mursteins
3.atraksi interpersonal dan komunikasi
Daya tarik seseorang sangat penting bagi komunikasi interpersonal. Hubungan-hubungan kita dengan orang lain sedikit banyak dipengaruhi oleh apakah kita menyukai orang lain atau tidak.
Pentingnya daya tarik dalam komunikasi juga dilandasi oleh adanya timbal balik dalam ketertarikan. Kita menjadi tertarik dengan orang yang tertarik pada kita.
Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan pesan secara timbale balik terjadi. Melaui proses pengolahan pesan secara timbal-balik ini yang dinamakan komunikasi interpersonal maka sebuah hubungan tumbuh, berkembang dan melemah.
Jenis hubungan interpersonal dapat diklarifikasikan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. berdasarkan jumlah individu yang terlibat
2. berdasarkan tujuan yang ingin dicapai
3. berdasarkan jangka waktu
4. berdasarkan tingkat kedalaman atau keintiman


Sumber: Armando, Nina m. 2008. PSIKOLOGI KOMUNIKASI. Jakarta: universitas terbuka